Selasa, 29 Mei 2012

SUMBER AIR MINUM

Sumber Air Minum

sumber air bersih ataupun air minum dapat berasal dari air permukaan, air hujan, dan air tanah. Berdasarkan ketiga sumber air tersebut air tanah yang paling baik digunakan sebagai sumber air minum karena pencemaran pada air tanah relatif lebih kecil dibandingkan dengan air permukaan ataupun air hujan

Macam-macam sumber air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air  minum  yaitu:

 1. Air Hujan atau Air Atmosfer
Air hujan adalah air yang terbentuk akibat proses kondensasi uap air di atmosfer.  Air hujan dalam keadaan murni relatif bersih, bebas dari bakteri-bakteri patogen dan dapat di minum. Akan tetapi air hujan tidak mengandung mineral-mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.  Air hujan banyak mengandung senyawa-senyawa kimia yang ada di udara yang ikut terbawa saat hujan turun, misalnya NH3, CO2 agresif debu, gas, dan asap pabrik. Akibatnya air hujan menjadi kotor dan bersifat toksin. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir, sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. Air hujan juga mempunyai sifat lunak, sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun. Sifat lunak yang dimaksud adalah tingkat kesadahan air hujan yang melebihi ambang batas water hardness (kesadahan air).
       Air hujan ini dimanfaatkan terutama bagi masyarakat yang bertempat tinggal di perbukitan (bentuklahan denudasional). Air hujan ditampung dalam sebuah bak dengan ukuran kurang lebih sekitar 3 x 3 meter, hendaknya jangan menampung air hujan saat hujan mulai turun karena air hujan yang pertama kali turun tersebut masih mengandung banyak kotoran. Untuk bisa memanfaatkan air hujan sebagai sumber air minum secara aman hendaknya air diolah dengan cara penyaringan dan penetralisir terlebih dahulu.

2. Air Permukaan
Air permukaan adalah air yang ada di permukaan tanah, baik yang keberadaannya bersifat sementara atau permanen (mengalir). Air permukaan juga dikatakan sebagai air hujan yang mengalir di permukaan bumi bisa berwujud air sungai, danau, waduk, dan kolam. 
      Air permukaan kurang baik untuk dikonsumsi langsung karena umumnya mudah tercemar oleh kotoran-kotoran yang terdapat di permukaan tanah selama pengalirannya, misalnya oleh lumpur, batang-batang kayu, dan daun-daunan. Selain itu, disebabkan  juga oleh aktivitas masyarakat yang sering berpusat pada sumber-sumber air permukaan dengan tujuan untuk mempermudah dalam  melangsungkan kehidupan. Akan tetapi disatu sisi akibat aktivitas manusia tersebut, air permukaan rawan terjadinya pencemaran air yang berasal dari limbah yang dihasilkan akibat aktivitas rumah tangga, industri, pertanian, dan hotel. Adanya aktivitas manusia seperti ini akan menghasilkan limbah pencemar yang masuk ke dalam perairan dan berpotensi menurunkan kualitas air perairan tersebut. 

3. Air Tanah 
     Air tanah adalah air yang mengalir atau bergerak di dalam tanah yang terdapat di dalam ruang-ruang antara butir-butir tanah yang mengalami pengisian yang terus menerus  dan penyimpananya berbeda waktunya tergantung pada kondisi geologinya. Kualitas air tanah menjadi sangat penting, karena sebagian besar pengguna air tanah menggunakan air tersebut secara langsung. Kalaupun melakukan pengolahan, hanya terbatas pada pengolahan fisik atau kimia yang sederhana. Beragamnya kontaminan dengan tingkat bahaya  (toksisitas) yang bervariasi dan mahalnya biaya untuk pemulihan kualitas (remendiasi), maka menjaga kualitas air tanah akan lebih baik daripada mencemari kemudian memperbaikinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar